Persyaratan Pengurusan Pengakuan dan Pengesahan Anak

Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

Pencatatan pengakuan anak dalam wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia harus memenuhi persyaratan:

  • surat pernyataan pengakuan anak dari ayah biologis yang disetujui oleh ibu kandung atau penetapan pengadilan mengenai pengakuan anak jika ibu kandung Orang Asing;
  • surat keterangan telah terjadinya perkawinan dari pemuka agama atau penghayat kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa;
  • kutipan akta kelahiran anak;
  • KK ayah atau ibu;
  • KTP-el; atau
  • Dokumen Perjalanan bagi ibu kandung Orang Asing.

Pencatatan pengesahan anak bagi Penduduk WNI di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia harus memenuhi persyaratan:

  • kutipan akta kelahiran;
  • kutipan akta perkawinan yang menerangkan terjadinya peristiwa perkawinan agama atau kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa terjadi sebelum kelahiran anak;
  • KK orang tua; dan
  • KTP-e1.

Pencatatan pengesahan anak bagi Penduduk Orang Asing di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia harus memenuhi persyaratan:

  • kutipan akta kelahiran;
  • kutipan akta perkawinan yang menerangkan terjadinya peristiwa perkawinan agama atau kepercayaan terhadap T\rhan Yang Maha Esa terjadi sebelum kelahiran anak;
  • KK orang tua; dan
  • Dokumen Perjalanan bagi ayah atau ibu Orang Asing.

Catatan:
Pencatatan pengakuan anak Penduduk di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang dilahirkan diluar perkawinan yang sah menurut hukum agama atau kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, dilakukan berdasarkan penetapan pengadilan.
Pencatatan pengesahan anak Penduduk di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang dilahirkan sebelum orang tuanya melaksanakan perkawinan sah menurut hukum agama atau kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa dilakukan berdasarkan penetapan pengadilan.

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.

2 thoughts on “Persyaratan Pengurusan Pengakuan dan Pengesahan Anak

  1. Mohon petunjuk, saya menikah secara agama dengan istri saya tahun 2005, dan tahun 2007 anak saya lahir. lalu saya dan istri menikah secara resmi di KUA tahun 2010. Apa saya bisa membuat akta pengesahan anak?
    atau cukup akta pengakuan anak saja? ( saya sudah buat akta pengakuan anak).
    Jika harus membuat akta pengesahan anak apa harus sidang dulu di pengadilan?
    Mohon petunjuknya… Terimakasih

    1. sesuai Perpres 96 th 2018 pasal 50, akta pengesahan anak mensyaratkan : kutipan akta perkawinan yang menerangkan terjadinya peristiwa perkawinan agama atau kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa terjadi sebelum kelahiran anak, jika syarat tersebut tidak terpenuhi maka harus sidang pengadilan terlebih dahulu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: